Penggemar Blog

Senin, 13 Juli 2009

Download Buku Panduan Penilaian Kelas

Buku yang berjudul Penilaian Kelas ini perlu dimiliki Kepala Sekolah dan Guru karena merupakan bahan kelengkapan melaksanakan tugas kewajiban pembelajaran.
Buku yang diterbitkan Pusat Kurikulum Depdiknas ini terdiri dari enam bab dengan muatan sebagai berikut :

Bab I PENDAHULUAN:
Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup, Sasaran Pengguna Pedoman.
Bab II KONSEP DASAR PENILAIAN:
Bab ini menjelaskan Penilian Kelas mengenai Pengertian, Manfaat, Fungsi, dan Prinsip-prinsip Penilain Kelas. Kemudian, Penilaian Hasil Belajar Masing-Masing Kelompok Mata Pelajaran, dan Rambu-Rambu Ranah Penilaian
Isi pokok yang diuraikan sesuai dengan jenjang sekolah, misalnya untuk SMK, pada bab ini dibahas tentang penilian pada PSG (pendidikan sistem ganda).
Bab III TEKNIK PENILAIAN:
Mengurai berbagai teknik penilaian, antara lain Unjuk Kerja, Sikap, Tertulis, Proyek, Produk, Portofolio, dan Penilaian Diri.
Bab IV LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN PENILAIAN:
Penetapan Indikator Pencapaian Hasil Belajar, Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian, Penetapan Teknik Penilaian.
Bab V PENGOLAHAN HASIL PENILAIAN:
Pengolahan Hasil Penilaian, dan Interpretasi Hasil Penilaian Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Belajar.
Bab VI PEMANFAATAN DAN PELAPORAN HASIL PENILAIAN:
Pemanfaatan Hasil Penilaian, dan Pelaporan Hasil Penilaian Kelas.
Lampiran-Lampiran:
Petunjuk Pengisian Rapor (contoh format model rapor).

Untuk mengunduh file (format doc) silakan pilih dan klik :
Penilain Kelas SD/SDLB/MI
Penilain Kelas SMP/M Ts
Penilain Kelas SMA/MA
Penilain Kelas SMK/MAK
Penilain Kelas Pendidikan Luar Biasa TK/SD/SMP/SMA

Penilaian Kelas

Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini, keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi.

Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian kelas lebih merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan, dalam hal ini nilai terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah Standar Kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.

Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik.
Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), , dan penilaian diri.

Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.

Tulisan terkait, silakan klik :
Manfaat dan Fungsi Penilaian Kelas
Kriteria Penilaian Kelas
Prinsip Penilaian Kelas
Download Buku Penilaian Kelas

Prinsip Penilaian Kelas

Untuk melengkapi tulisan lain mengenai Penilaian Kelas pada blog ini yang sudah terbit sebelumnya, yakni manfaat dan fungsi penilaian kelas, dan kriteria penilaian kelas, berikut uraian tentang prinsip penilaian kelas.

Dalam melaksanakan penilaian, guru seyogianya:
a.Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu, sehingga penilaian berjalan bersama-sama dengan proses pembelajaran.

b.Mengembangkan tugas-tugas penilaian yang bermakna, terkait langsung dengan kehidupan nyata.

c.Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.

d.Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.

e.Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.

f.Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.

g.Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, dan pengamatan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran sehari-hari sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.

h.Melakukan Penilaian kelas secara berkesinambungan terhadap semua Stándar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

i.Mengadakan ulangan harian bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa indikator. Dengan demikian tidak perlu menunggu menyelesaikan 1 KD, karena ruang lingkupnya besar.
Pelaksanaan ulangan harian dapat dilakukan dengan penilaian tertulis, penilaian lisan, penilaian unjuk kerja, atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi atau kompetensi yang dinilai. Ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa kompetensi dasar dipertengahan semester, sedangkan ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua kompetensi dasar semester bersangkutan. Ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua kompetensi dasar semester ganjil dan genap, dengan penekanan pada kompetensi dasar semester genap. Guru menetapkan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik berdasarkan hasil belajarnya pada kurun waktu tertentu (akhir semester atau akhir tahun).

Agar penilaian objektif, guru harus berupaya secara optimal untuk (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dan tingkah laku dari sejumlah penilaian, (2) membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja (karya) mereka.

Kriteria Penilaian Kelas

Ada enam kriteria penilaian kelas, yakni validitas, reliabilitas, terfokus pada kompetensi, komprehensif, obyektif, dan mendidik.

a. Validitas
Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Dalam menyusun soal sebagai alat penilaian perlu memperhatikan kompetensi yang diukur, dan menggunakan bahasa yang tidak mengandung makna ganda. Misal, dalam pelajaran bahasa Indonesia, guru ingin menilai kompetensi berbicara. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. Jika menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid.

b.Reliabilitas
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal, guru menilai suatu proyek, penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan penSkorannya harus jelas.

c.Terfokus pada kompetensi
Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berbasis kompetensi, penilaian harus terfokus pada pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan), bukan hanya pada penguasaan materi (pengetahuan).

d.Keseluruhan/Komprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan peserta didik, sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik.

e.Objektivitas
Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana, berkesinambungan, dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian Skor.

f.Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.

Manfaat dan Fungsi Penilaian Kelas

Penilian Kelas atau ulangan yang dilaksanakan oleh guru kepada murid bukan sekedar untuk mengetahui nilai yang diperoleh murid. Tapi, memiliki manfaat dan fungsi yang penting baik bagi murid, guru, juga sekolah.

Manfaat penilaian kelas antara lain sebagai berikut
1.Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
2.Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
3.Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
4.Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar.
5.Untuk memberikan informasi kepada orangtua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.
6.Untuk memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Diknas Daerah) dalam mempertimbagkan konsep penilaian kelas yang baik untuk digunakan

Penilaian kelas memiliki fungsi sebagai berikut
1.Memberikan informasi sejauhmana seorang peserta didik telah menguasai suatu kompetensi.
2.Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan (sebagai bimbingan).
3.Menemukan kesulitan belajar peserta didik kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik dan sebagai alat diagnosis yang membantu guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
4.Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya.
5.Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik.